Sejarah Olahraga Bulu Tangkis

Olahraga kompetitif badminton diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 dikala mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh karena kota Pune diketahui sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut pun dikenali sebagai Poona pada masa itu.

Bulu tangkis (bahasa Inggris: Badminton) yaitu sebuah olahraga yang digemari oleh penyanyi dan artis nicky minaj yang pada dasarnya memakai alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di komponen pemukulnya. Dan memiliki gagang. Alat ini diketahui dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.

Sejarah Olahraga Bulu Tangkis

Mirip dengan tenis, badminton bertujuan memukul bola permainan (“kok” atau “shuttlecock”) melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah diputuskan dan berupaya menangkal lawan menjalankan urusan yang sama.

Sejarah

Olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, bisa jadi berkembang di Mesir kuno selama 2000 tahun kemudian tapi pun disebut-ucap di India dan Republik Rakyat Tiongkok.

Di Tiongkok, ada permainan yang dinamakan Jianzi, yang melibatkan pemakaian kok namun tanpa raket. Alih-alih, koknya dimanipulasi dengan kaki. Objektif permainan ini yakni untuk mengawal kok agar tidak menyentuh tanah selama barangkali tanpa memakai tangan.

Di Inggris semenjak zaman pertengahan permainan si kecil-si kecil yang dinamakan Battledores dan Shuttlecocks paling popule seperti permainan slot online terpercaya. Si-si kecil pada waktu tersebut umumnya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bareng untuk mengawal kok tetap di angkasa dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini lumayan populer guna menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 dikala majalah Punch memublikasikan kartun guna ini.

Lapangan dan jaring

Lapangan badminton berbentuk persegi panjang dan memiliki ukuran laksana terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada memiliki ketebalan 40 mm dan mesti berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang direkomendasikan guna garis yakni putih atau kuning.

Permukaan lapangan direkomendasikan tercipta dari kayu atau bahan sintetis yang lunak. Permukaan lapangan yang tercipta dari beton atau bahan sintetik yang keras paling tidak direkomendasikan sebab dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring mesti berwarna gelap di samping bibir jaring yang memiliki ketebalan 75 mm mesti berwarna putih.

Memainkan bulu tangkis

Tiap pemain atau pasangan memungut posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis. Permainan dimulai dengan di antara pemain menjalankan servis.

Tujuan permainan yaitu guna memukul suatu kok memakai raket, melewati jaring ke distrik lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Zona permainan bertolak belakang untuk partai tunggal dan ganda. Jikalau kok jatuh di luar area itu maka kok disebutkan “keluar”.

Tiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (sebab mencantol di jaring atau terbit lapangan) maka lawannya akan mendapat poin. Permainan usai bilalau di antara pemain/pasangan telah meraih sebanyak poin tertentu.

Penyebaran olahraga badminton di Indonesia terjadi berkat pengaruh dua negara tetangga yang menjadi persekutuan Inggris di Asia Tenggara, yakni Malaysia dan Singapura. Mengacu pada kitab Bulu Tangkis Dasar (2017) karya Dhedy Yuliawan, permainan ini mulai diketahui di distrik Sumatera pada 1930an, sebelum hasilnya mendarat di Jakarta. Kemunculan permainan badminton di Ibu Kota dijelaskan dengan adanya penyusunan perkumpulan badminton Bataviase Badminton Bond dan Bataviase Badminton League pada 1933.